Red War Think with No Brain

Pahala or Dosa; Surga or Neraka | September 28, 2006

Dibulan suci umat Islam skr ini (baca:Ramadhan) hampir sebagian besar umat Islam berlomba berbuat kebaikan. Tujuannya satu: Pahala. Ada yg berbuat baik karna emang udah terbiasa, ada jg yg mendadak jd baik. Ada yg sembunyi2, ada yg sambil pamer2 berbuat baik…. Tp tujuannya tetap satu: Pahala

Mulai dari shalat malam di itung sekian rakaat, trus dzikiran 3333 x tiap malam, shalatnya full 5 waktu, Tarawih witir lengkap tiap malam, Shalat sunat lainnya jg diperbanyak, sedakah, zakat, infaq gak ketinggalan…. Baca Alqur-an khatam sekian x.

Yah begitulah kita, melakukan sesuatu karna mengharapkan sesuatu… ibadah aja itung2an….

Hasilnya: Beres Ramadhan, sifat2 binatangnya gak ilang. Klo dibualan Ramadhan minumnya yg manis2, lewat Ramadhan minumnya Minyak tanah or bensin, makannya aspal or beton, sifat2 manusianya ilang tak berbekas….

Yah pantes aja bencana gak ada habisnya dinegeri kita ini.

Lagian hari gini masih berebut pahala….

klo emang mo berbuat baik ya berbuat baik aja, gak usah ngarep2 imbalan.

ada anak kecil yg melakukan sesuatu karna dijanjikan permen ma ortunya.

ada jg anak kecil yg takut melakukan sesuatu karna takut diculik…..

Hmmmmmmm………..

mengutip pernyataan seorang kyai: Bencana itu diturunkan untuk mengembalikan sifat2 kemanusiaan dalam diri manusia….


Ditulis dalam Agama

10 Komentar »

  1. Mas, menurut saya dengan beragama saja kita sudah mengharapkan pamrih, yaitu masuk surga, seperti apa yang sering didengungkan oleh para kyai atau ustaz, “beribadahlah kamu sehingga mendapat pahala dan terhindar dari api neraka.” Jadi berlomba-lombalah kita mengerjakan apa yang menurut ajaran agama akan diimbali dengan pahala.

    Jadi bohong jika ada yang mengatakan bahwa ia beragama karena murni untuk bertaqwa pada Allah, namun lebih karena takut akan api neraka.

    BTW, thanks untuk kunjungan ke blog saya….jangan kapok-kapok. Salam.

    Komentar oleh Thamrin — September 29, 2006 @ 2:39 am

  2. antara pahala atau dosa dengan surga atau neraka sebetulnya adalh dua hal yang tidak saling berkaitan. karena surga atau neraka itu adalah hak periogatif Allah. Seseorang masuk surga bukan karena mempunyai pahala yang banyak, atau seseorang masuk neraka bukan karena dosa yang banyak. tapi seseorang masuk surga atau neraka itu semata-mata karena ketentuan Allah.

    Komentar oleh putradi — September 29, 2006 @ 4:02 am

  3. seperti kata para sufi : ibadah emang gampang, yang susah ikhlas-nya, but bagaimanapun kita harus ‘keep trying’ jgn ke-tidakikhlas-an jadi alasan untuk tidak beribadah, Ok ? Salam kenal..

    Komentar oleh passya — September 29, 2006 @ 4:42 am

  4. Rasul dulu mengajarkan untuk hitung-hitungan/pamrih dengan Allah tidak ya?
    Kalau memang tidak, kenapa ajaran yang saya terima banyak menekankan aspek ini?
    Apa karena tercemar paham untung rugi para pedagang yang membawanya masuk nusantara? Tapi… mungkin saja memang ajarannya seperti itu, lagi pula, apakah berhitung dengan Allah itu sesuatu yang salah? Yah… maghrib masih lama ya?

    *numpang lewat sambil bertanya-tanya aja*

    Komentar oleh wadehel — September 29, 2006 @ 6:34 am

  5. To thamrim
    Jd bagusnya kita jgn beragama aja kali yah…. abis kyai ma ustadnya aja ngajarin itung2an ma Sang Khalik… padahal kan Yang Maha Pengasih gak pernah itung2an ma kita….

    To Putradi
    Wah pencerahan baru nih…. jd gak perlu pahala yg banyak yah buat punya kavling disurga???

    To Passya
    Berjuang terus…. Jgn bosen berbuat baik….

    To wadehel
    Ati2 mas jgn bnyk2 nanya, gak bagus buat perkembangan otak….
    wakakakakkk….

    To all salam kenal yah…

    Komentar oleh redwar — September 30, 2006 @ 3:11 pm

  6. intinya kita ingin kebahagiaan abadi dan aturannya adalah taat kepada yang menyediakannya, yi Allah swt.

    nb lam kenal dan makasih atas blogwalkingnya🙂

    Komentar oleh yOGA — Oktober 5, 2006 @ 2:06 pm

  7. intinya ikhlas! hehhehe

    Komentar oleh black_hack — Oktober 8, 2006 @ 6:16 pm

  8. beribadah sesering mungkin dan sebanyak mungkin tidak akan merubah
    perilaku seseorang sebelum seorang itu dapat hidayah dari ALLAH SWT
    dan salah satu pintu hidayah itu adalah ILMU AGAMA maka saya sarankan
    untuk memperbanyak minat baca dalam ilmu agama..
    kita harus mengingat perkembangan peradaban agama Islam dari jaman
    nabi sampai sekarang, mempelajari cara para suhada memperjuangkan
    kejayaan Islam .. dengan banyak mempelajari itulah semoga ALLAH SWT
    membuka pintu hidayah kepada kita semua .. Amien..

    Komentar oleh cls — Oktober 10, 2006 @ 9:17 am

  9. Saya berpikir seperti ini…
    Allah sebagai pencipta manusia, tahu betul bagaimana sistem kerja manusia, baik fisik, pikiran, hati, mental, semua…

    Allah menciptakan sistem untung rugi dengan menjanjikan pahala bagi yang bertaqwa, dan memberi ancaman dosa bagi yang iseng-iseng belok jalan, karena memang Allah tahu, manusia yang Dia ciptakan mempunyai sifat tidak mau rugi, lambat nyadar, dan suka imbalan…

    Dia memberikan pahala agar manusia beribadah, lalu setelah kita beribadah, jika dilakukan secara benar tentu kita akan merasakan nikmatnya ibadah tersebut.

    Ibadah – entah yang Habluminnanass atau Habluminnallah – tersebut, akan menuntun manusia pada kesadaran yang meskipun lambat, tapi benar, bahwa sesungguhnya manusia (dan jin) diciptakan untuk beribadah (ada dalam Al-Quran kan??).

    Nah, setelah itu, barulah kita beribadah dengan hanya tujuan Ridho Allah…

    Begitu menurut saya…

    Komentar oleh manusiasuper — Oktober 25, 2006 @ 12:13 pm

  10. klo mo beragama dan beribadah yang ikhlas,,, jangan mengharapkan imbalan. seperti win-win solution…
    1 hal yang pasti,, hanya untuk mendapat ridho ALLAH SWT. untuk urusan neraka or surga, biar ALLAH saja yang memutuskan. Dia yang maha tau….

    Komentar oleh girlz — Februari 17, 2007 @ 2:51 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

About author

Aku cm anak manusia yg mencoba mmbebaskan diri dari belenggu DOKTRIN yg ada.... Berpikir penuh LOGIKA tanpa pikiran yg ada (DOKTRIN)

Cari

Navigasi

Kategori:

Links:

Archives:

Feeds

%d blogger menyukai ini: